Hari kedua, Special Event “Cultural Diversity di SMP”, berlangsung penuh warna dipandu oleh Haviko dan Dylan. Selasa, 8 April 2026, siswa diajak mengenal lebih dekat budaya Benua Afrika melalui penampilan lagu dan tari yang energik dari para instruktur. Irama, dan gerak yang khas membuat suasana aula terasa hidup, menggerakkan tubuh menyatu dengan irama.
Setelah menikmati pertunjukan, siswa beralih ke aktivitas kreatif yaitu membuat infografis tentang negara-negara di Afrika bersama Bapak Ade. Dari kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar fakta budaya, tetapi juga melatih kemampuan menyaring informasi dan menyajikannya secara visual dalam kerja tim yang kompak.
Suasana kemudian berubah lebih tenang saat sesi workshop Shodo dimulai bersama Bu Windy. Seni kaligrafi Jepang ini menjadi latihan sederhana untuk menghadirkan ketenangan pikiran dan hati. Setiap tarikan garis kuas mengajarkan fokus, kesabaran, dan kesadaran penuh pada proses.
Kegiatan hari itu ditutup dengan video conference bersama narasumber di Mesir dan tur virtual Universitas Al-Azhar yang dipandu Bapak Haris. Pengalaman ini memperluas wawasan siswa bahwa belajar budaya bisa dilakukan lintas benua, bahkan tanpa harus berpindah tempat.
Sehari penuh, siswa tidak hanya mengenal perbedaan budaya, tetapi juga belajar menghargai, berkarya, dan menemukan ketenangan dalam prosesnya.






















