Panggung I News Tower terasa berbeda pada Sabtu, 13 Juni 2025, Bukan hanya lampu dan musik yang memukau, tapi semangat anak-anak SD Islam Tugasku yang menjadi denyut utama acara.
Pentas seni tahun ini dikemas dalam bentuk drama musikal. Lewat lagu, tari, musik dan akting. Anak-anak menghidupkan kisah tentang persahabatan, budaya, dan keberanian untuk kembali pada hal-hal sederhana.
Prinsip Tugasku tidak ada yang hanya jadi penonton. Ada yang menjadi pemeran utama, penyanyi, penari, pemain musik, hingga tim kreatif di balik layar—properti, kostum, dan narasi. Semua punya panggung dan semua punya makna. Penonton pun diajak terlibat dalam mewarnai pentas Senin kali ini melalui quis interaktif.
Keajaiban sahabat pena
Menulis surat lalu mengirimkannya…???
Di era serba cepat dan serba instan, menulis surat terasa seperti cerita dari masa lalu. Tidak ada lagi goresan tinta, tidak ada lagi rasa tak sabar menunggu balasan. Ahh… semua itu hanya tinggal kenangan.
Namun Pak Wisnu punya cara lain. Ia ingin anak-anak didiknya memahami dan melestarikan nilai budaya bangsa. Maka ia mengajak mereka menulis surat dan mengirimkannya ke sahabat pena di pelosok Indonesia.
Awalnya banyak yang protes. “Pak Wisnu jadul”, “Kan ada media sosial”. Tapi Pak Wisnu tidak menyerah.
Gores demi gores, untaian cerita pun mengalir. Surat-surat itu terbang ke berbagai daerah, membawa kisah hidup sederhana yang justru paling berharga. Dari proses itulah anak-anak belajar: menulis surat bukan sekadar di atas kertas, tapi juga belajar menghargai keragaman budaya Nusantara.
Perjalanan lembar demi lembar surat dalam pentas ini membawa penonton pada pengalaman baru tentang kebhinekaan. Dan di akhir cerita, satu pesan menggema: Kita adalah Indonesia
Pentas ini tidak akan terwujud tanpa dukungan banyak pihak. Kami mengucapkan terima kasih kepada:
Ibu Almitra, Bapak Agus, Ibu Novi, panitia kelas 6, POMG, WOK 1-6, seluruh siswa, Bapak/Ibu guru, tim koreo, serta para pendukung acara yang telah bekerja keras dengan penuh cinta.
Menjadi bagian Indonesia, negeri yang gemah ripah loh jinawi adalah anugerah Allah yang patut kita syukuri.

















