Gedung Kesenian Jakarta dipenuhi gelak tawa dan tepuk tangan pada tanggal 4 Juni 2026 kemarin. Walaupun kegiatan tersebut dilakukan pada hari Kamis, tetapi pukul 13.30 bangku penonton sudah penuh oleh para orang tua murid yang cuti setengah hari untuk mengapresiasi penampulan anandanya. Klaim drama komedi yang ringan, hangat, dan berkesan berhasil disuguhkan oleh SMP Islam Tugasku.
Setelah tahun sebelumnya SMPI Tugasku menyajikan drama musikal dengan set panggung yang memukau, keistimewaan Annual Show tahun ini terletak pada tema cerita yaitu, antologi masa kini. Sebuah Kumpulan cerita pendek yang mengangkat kereasan, gaya hidup, dan konflik khas generasi saat ini. Proses kreatif tahun ini terasa berbeda karena para murid membuat dialog sendiri dengan diskusi yang dalam bersama Pak Hermawan sebagai sutradara. Alhasil, bukan sekadar dialog, isi dari cerita sangat menggambarkan lelucon dan realita para murid, mereka berdialog dengan lebih bermakna dan merasa memiliki cerita. Tentunya hal ini berdampak pada keberhasilan penyampaian pesan cerita.
Selain itu, tampak bahwa setiap murid dapat bersinar dan berperan dalam drama ini. Hal ini membuktikan bahwa pementasan drama dengan 155 aktor bukan hal mustahil untuk dilakukan. Setiap murid memiliki peran yang sama penting dan menampilkan karakter khas mereka.
Pentas tahun ini berhasil menunjukkan bakat para murid. Empat pembawa acara yang professional karena pengalaman dan kemampuanya selama bersekolah, Billa, Noni, Zhafran, dan Kenzi. Keterampilan seni dan kekompakan yang telohat dari penampilan Band kelas 8 dan 9. Tampilan tarian Ratoh Jaroe yang memukau karena proses latihan yang konsisten. Apresiasi prestasi selama satu tahun pelajaran dalam agenda parade prestasi dari 110 murid. Pada area selasar GKJ juga terdapat pameran lukisan dan karya digital paint. Terakhir tentunya bakat akting yang mencakup keterampilan berbicara, berekspresi, mengembangkan imajinasi, kecerdasan emosional, kemampuan analisis, menafsir dan mencipta.
Kegiatan ini tentunya dapat berhasil karena dukungan dari berbagai pihak, dari mulai para ibu bapak guru yang totalitas dan sepenuh hati merencanakan & mengekseksusi acara dengan sangat baik yang diketuai oleh Bu Yuni. Peran POMG dan WOK juga sangat terasa kompak berkolaborasi dengan para guru. Tidak lupa support dari semua orang tua dan donator demi kesuksesan acara ini.
Semoga Annual Show tahun ini dapat menjadi pengalaman berkesan dan proses bekembang bagi para murid. Melalui proses kreatif ini murid dapat memiliki kapasitas untuk berempati, memanggil emosi yang sesuai di saat yang tepat, menunjukkan kejujuran emosional di atas panggung, belajar mendengarkan dan menunggu momen, menguatkan daya ingat, mengembangkan kemampuan menerima dan memberi arahan, serta mengembangkan imajiasi dan kreasi. Seperti amanat yang disampaikan oleh Ketua Yayasan, Ibu Almitra, kami berharap, murid Tugasku bukan hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki karakter yang kuat sehingga mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan arah dan tujuan.

















