Suasana kelas 3 selama sepekan tampak berbeda dari biasanya. Sejak Senin hingga Jumat, 6-10 April 2026, siswa-siswi kelas 3 mengikuti kegiatan Special Event SD Islam Tugasku 2026 yang bertajuk “Keragaman Budaya Nusantara”. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan memperluas wawasan literasi budaya siswa sejak dini.
Kegiatan dibuka dengan sesi edukatif bersama narasumber yang membedah makna mendalam dari berbagai tradisi unik di Indonesia. Siswa diajak memahami filosofi Palang Pintu dalam tradisi dan upacara pernikahan dari Suku Betawi yang mengajarkan jawara bukan sekadar ahli silat, namun juga harus memiliki akhlak dan tutur kata yang santun melalui pantun. Tak hanya itu, siswa juga mengenal Makan Bajamba dari Sumatera Barat yang menekankan nilai kebersamaan tanpa memandang status sosial, serta tradisi Pasar Terapung di Kalimantan Selatan yang menggambarkan kegigihan masyarakat sungai dalam menjaga roda ekonomi dan kearifan lokal.
*Petualangan Budaya ke TMII*
Keseruan lain terjadi pada Selasa, 7 April 2026. Seluruh siswa dan guru melakukan kunjungan edukasi ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Destinasi utama mereka adalah Anjungan Sumatera Barat dan Anjungan Kalimantan Selatan.
Di Anjungan Sumatera Barat, siswa terkagum-kagum melihat kemegahan Rumah Gadang dan belajar dan mengenal budaya dan tradisi Suku Minangkabau, khususnya Tradisi Makan Bajamba. Sementara itu, di Anjungan Kalimantan Selatan, siswa diajak untuk mengenal lebih dekat kehidupan budaya dan tradisi Dayak Kalimantan Selatan, khususnya masyarakat sungai di sana, serta pentingnya sungai sebagai bagian penting bagi kehidupan masyarakat di tanah Borneo, Kalimantan.
Praktik Langsung: Dari Makan Bersama hingga Kreativitas Botol Bekas.
Kembali ke sekolah, para siswa tidak hanya belajar teori. Mereka mempraktikkan langsung tradisi Makan Bajamba. Dengan duduk lesehan melingkar, siswa belajar cara makan yang sopan sesuai adat Minang, di mana nasi dan lauk diletakkan di tengah untuk disantap bersama.
Sisi kreativitas pun diasah melalui pembuatan prakarya. Siswa membuat perahu dari seni lipat origami serta menyulap botol minuman bekas menjadi perahu klotok. Perahu-perahu mini ini dibuat sebagai simbol identitas Pasar Terapung yang ikonik, sekaligus mengajarkan siswa pentingnya mendaur ulang sampah menjadi barang seni yang bermakna.
Melalui special event ini, diharapkan siswa-siswi kelas 3 dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara akademik namun tetap memegang teguh akar budaya bangsa dengan wawasan budaya yang dimiliki.




















