‘Energi Terbarukan untuk Masa Depan yang Lebih Baik’ menjadi tema dalam gelar karya kelas 6 di semester 1 kali ini. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 25 September 2026 merupakan puncak kegiatan pembelajaran yang saling berkolaborasi mengangkat materi yang sama mengenai energi. Kegiatan gelar karya diawali dengan penampilan assembly agama dan Bahasa Inggris dengan tajuk ‘Energy for Life’. Selain itu ditampilkan juga pertunjukan musik menggunakan ukulele, gambang kromong, perkusi, dan angklung.
Penampilan dilanjutkan oleh Thalita yang menyanyikan lagu Serumpun Padi. Setelah istirahat, orangtua dipersilakan untuk mengunjungi booth yang terbagi menjadi tiga, yaitu Booth Yuk, Main Bareng, Booth Kampoeng Karya, dan Booth Energy Exploration. Durasi yang diberikan untuk setiap booth selama 30 menit.
Di booth Yuk, Main Bareng, orangtua diajak untuk memainkan beberapa permainan yang merupakan penerapan energi dalam permainan tradisional, yaitu permainan engklek, lompat tali, dan bakiak. Orangtua dan anandanya tampak antusias dan seru melakukan permainan ini, yang mungkin menjadi permainan yang sudah jarang dimainkan oleh generasi sekarang yang lebih banyak menggunakan gadget sebagai sarana bermain.
Di booth Kampoeng Karya, orangtua mendengarkan anandanya mempresentasikan beberapa karya yang sudah mereka buat diantaranya maket rumah tradisional, puisi dan komik energi, poster hemat energi, infografis kearifan lokal nusantara, dan jaring-jaring bangun ruang dalam bentuk yang sangat menarik dan dapat dimainkan oleh anak-anak. Di booth ini juga, orangtua diajak main games berupa mencocokkan beragam jenis budaya nusantara dengan daerah asalnya. Selain itu juga ditayangkan video kearifan lokal yang dibuat menggunakan media presentasi berupa canva dan microsoft powerpoint.
Di booth energy exploration, orangtua diajak memainkan tiga jenis permainan energy wheel, go green or think again, dan energy challenge. Selain itu di wahana Try It, orangtua juga dapat mencoba beberapa model percobaan berkenaan dengan energi air, angin, dan matahari. Orangtua juga dapat mendengarkan presentasi anandanya dalam pembuatan maket yang berkenaan dengan enam energi yang dibahas, yaitu energi air, angin, matahari, panas bumi, biomassa, dan nuklir.
Di akhir kunjungan orang tua diminta menuliskan di sebuah kertas post it tentang apa yang akan mereka lakukan untuk membuat bumi lebih baik dan menempelkannya di sebuah pohon miniatur. Sebelum pulang, orangtua mendapatkan tanda terima kasih berupa sebuah pot, bibit tanaman, dan lembar refleksi berkelanjutan. Harapannya orangtua dan ananda menanam dan merawat bibit yang diberikan dan mengisi lembar refleksi sebagai salah satu bentuk langkah nyata untuk membuat bumi lebih baik dan melanjutkan kegiatan tersebut di hari-hari selanjutnya.

















