<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9245">
 <titleInfo>
  <title>Zadul Ma'ad:</title>
  <subTitle>Bekal Perjalanan Akhirat Jilid 2</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Abdul Qadir Al-Arna'uth</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Griya Ilmu</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>484 hlm ; 24 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penulis menyajikan lanjutan pembahasan seputar hari Jumat berkenaan dengan waktu pengabulan doa dan ibadah-ibadah pada hari Jumat. Kemudian tentang Idul Fitri dan Idul Adha, Shalat Khusuf, Istisqa, Safar serta Ibadah ketika Safar.&#13;
1. Penjelasan perbedaan Ulama tentang waktu pengabulan  Doa pada hari jum'at.&#13;
2. Dalil mereka yang berpendapat bahwa waktu pengabulan doa adalah ketika Imam (khatib) telah duduk (di mimbar) hingga shalat selesai.&#13;
3. Petunjuk Beliau tentang bacaan Al-Qur'an, mendengarkannya, khusyu, dan menangis saat mendengarkannya, memperhatikan dan memper bagus suara ketika membaca Al-Qur'an, seperti hal-hal yang berkaitan dengannya&#13;
4. Petunjuk Beliau tentang jenazah, shalat jenazah, mengantar jenazah, menguburkannya, doa-doa yang biasa diucapkan pada shlat jenazah dan sesudah dikuburkan, serta hal-hal yang berkaitan dengannya.&#13;
5. Menshalati jenazah orang bunuh diri, pencuri harta rampasan perang, dan orang yang di bunuh dalam menjalani hukuman (had)&#13;
6. Sebab-sebab yang melapangkan dada dan kesempurnaannya pada diri Beliau&#13;
7. Pengingkaran penulis (Ibnu Qayyim) mengikuti Imam Ahmad terhadap riwayat bahwaNabi berbekam saat puasa, padahal riwayat itu tercantum dalam Shahih Al Bukhari.&#13;
8. Nabi hanya mengerjakan shalat fardhu dan witir serta shalat sunat shubuh  (di antara shalat rawatib) ketika safar.&#13;
9. Kebatilan penyertaan; Rasulullah memerintahkan sahabatnya melakukan fasakh untuk menjelaskan bolehnya Umrah di bulan-bulan haji.&#13;
10. Pendapat paling benar bahwa himar tersebut dalam bentuk daging, bukan dalam keadaan hidup.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Pengabulan Doa</topic>
 </subject>
 <classification>297.34</classification>
 <identifier type="isbn">9789792409055</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>. </physicalLocation>
  <shelfLocator>297.34 ABD z</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">201804129</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>297.34 ABD z</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9245</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-02-04 10:05:12</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-08 10:28:29</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>